Rabu, 30 Desember 2009

Wisuda I Hafidzah Al-Quran 30 juz & taushiyah K.H. DR. Mushlih Abdul Karim


Di hari akhirat nanti akan ada orang yang diberikan mahkota yang terbuat dari berlian oleh Allah SWT, kemudian orang tersebut bertanya-tanya keheranan, "Bagaimana aku diberikan mahkota berlian seperti ini?" kemudian dijawab, "ini karena anakmu sudah mempelajari Al-Quran".

Ada seorang sahabat yang datang kepada Rasulullah SAW menanyakan bagaimana caranya agar ia bisa masuk syurga, lalu Rasulullah SAW menjawab, "Bacalah olehmu Al-Quran 1 juz dalam sehari sehingga Engkau dapat mengkhatamkan Al-Quran dalam satu bulan, kemudian sahabat tersebut menyampaikan rasa keberatan kepada Rasulullah SAW dengan berbagai alasan,maka Rasululahpun memberikan keringanan kepada sahabat tersebut agar membaca surat di dalam Al-Quran yang diawali dengan kalimat Haa Miim, ternyata surat yang diawali dengan kalimat ini ada 7 surat yang panjang-panjang sehingga sahabat itu menyampaikan permohonan keringanan lagi kepada Rasulullah,kemudian beliau memberitahu sahabat itu agar ia membaca surat-surat yang agak pendek seperti surat Qaaf,untuk terakhir kalinya, sahabat itu masih menyampaikan lagi permohonan keringanann kepada Rasulullah, maka Rasulullah memerintahkan agar sahabat tersebut membiasakan dalam sehari membaca dan mengamalkan surat az-Zalzalah, maka sahabat tersebut bergegas kembali ke rumahnya dengan penuh kegembiraan. Dakhalal jannah" (ia akan masuk syurga), jelas Rasulullah kepada para sahabat yang lainnya.

Barang siapa membaca dan mengamalkan surat az-zalzalah maka insya Allah ia akan masuk syurga,karena dalam surat az-zalzalah ini ada sebuah ayat yang berbunyi "pada hari itu bumi akan menceritakan berita-beritanya". Setiap amal manusia akan direkam oleh bumidan nanti bumi akan menjadi saksi ketika bumi dijadikan sebagai tempat pengajian, tempat sholat, amal-amal sholeh yang lain atau sebaliknya malah dijadikan sebagai tempat maksiyat, sehingga orang yang faham dan mengamalkan surat az-zalzalah ini akan berhati-hati dalam berbuat karena ia merasa diawasi oleh Allah SWT seperti kisah seorang anak penjual susu yang menolak permintaan orang tuanya untuk mencampur susu murni dengan air untuk kemudian akan dijual sebagai susu murni dengan alasan takut berbohong karena ada Allah yang menyaksikan, ketika percakapan antara seorang anak penjual susu dengan ayahnya di malam hari menjelang fajar ini, secara tidak sengaja khalifah waktu itu Umar bin Khattab, R.A. mendengar percakapan tersebut,setelah kejadian tersebut,Umar bin Khattab memanggil putrinya dan menikahkannya dengan seorang anak penjual susu tadi, Umar R.A.pun berdoa agar hasil perkawinan antara putrinya dengan anak penjual susu itu diberikan keturunan yang menjadi pemimpin dunia. Di kemudian hari, setiap anak yang lahir dari keturunan mereka ternyata menjadi pemimpin yang masyhur, di antaranya adalah Umar bin Abdul Aziz yang ketika beliau memegang jabatan khalifah, tidak ada seorang pun yang mau menerima shadaqah atau zakat karena pada waktu itu sangat makmur sehingga tidak ada orang miskin sama sekali.

Demikian beberapa petikan ceramah yang disampaikan oleh K.H. DR. Mushlih Abdul Karim, M.A. pengasuh Ma'had Baitul Quran Depok dan Pesantren elTAHFIDZ Bogor kepada para jama'ah yang hadir pada acara Wisuda perdanan MTIQ (Ma'had Tahfidz & Ilmu Al-Quran) Al-Mukhlishin (selasa/29/12/2009).

Dalam acara ini dilangsungkan pula pemberian syahadah kepada santri putri hafidzah (penghafal) Al-Quran 30 juz yang telah menyelesaikan 15 juz hafalan terakhirnya selama 5 bulan, subhaanallah, waktu yang sangat singkat, ini merupakan karunia dan pertolongan Allah SWT sehingga mereka dapat menghafal Al-Quran dengan sangat cepat.

Di bagian akhir taushiyahnya, KH. DR. Mushlih Abdul Karim, ayah dari 9 orang anak dan dosen di beberapa perguruan tinggi di Jakarta ini mengajak jama'ah yang hadir untuk membiasakan bermunajat kepada Allah SWT dengan salah satu do'a yang pernah diucapkan oleh Nabi Yunus, a.s ketika ia ditelan oleh ikan paus yang besar dan kemudian diselamatkan oleh Allah SWT, doa tersebut adalah
Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minadzdzoolimiin"
Semua jama'ah mengikuti do'a yang dipimpin oleh beliau dengan penuh kekhusyuan dan diakhiri dengan mushafahah.

Mudah-mudahan saja semakin banyak umat Islam yang kembali kepada Al-Quran dengan memperbanyak membacanya, memahami dan mentadaburi kandungan maknanya, menghafalkannya, menerapkan nilai-nilainya dan berpegang teguh terhadapnya serta meyebarluaskannya. Semoga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar