Sabtu, 24 Oktober 2009

Ifthar Jama'i (Buka Puasa) Keluarga Besar MTIQ



Keikhlashan adalah merupakan faktor penting yang menentukan diterima atau tidaknya amal ibadah seseorang, sementara itu seorang ulama mengklasifikasikan tingkatan keikhlashan ini menjadi 3 tingkatan:

1. Seseorang melakukan ibadah karena Allah SWT dengan dorongan ingin mendapatkan sesuatu yang sudah jelas sebagian keutamaannya di dunia seperti melakukan shalat sunnah dhuha karena ingin diluaskan rizkinya, ini masih termasuk ikhlash walaupun dengan tingkatan yang paling rendah
2. Seseorang melakukan ibadah karena Allah SWT dengan mengharap syurganya Allah SWT atau takut akan siksa neraka-Nya, ini juga masih termasuk ke dalam tingkat keikhlashan.
3. Seseorang melakukan ibadah karena semata-mata cinta kepada Allah SWT. Inilah tingkat keikhlashan seseorang yang paling tinggi.
Demikian sebagian materi taushiyah tentang keikhlashan di atas yang disampaikan oleh Drs.H. Asep Rifqi Fuad, M.A. pada acara ifthar jama'i (buka puasa bersama) MTIQ (Ma'had Tahfidz dan Ilmu Al-Quran) Al-mukhlshin (20/09/2009.
Acara ifthar jama'i ini dihadiri oleh sekitar 170 orang santri, anak yatim binaan dan warga masyarkat sekitar ma'had termasuk Kepala Desa Mandalamukti Ahmad Fauzi S.Ag. yang memberikan sambutan dalam acara tersebut, semoga kegiatan ini menjadikan sarana silaturrahim untuk memperkokoh ukhuwah islamiyah antara keluarga besar MTIQ Al-Mukhlishin dan warga masyarakat serta meningkatkan ruhiyah dan motivasi beribadah agar senantiasa didasari dengan keikhlashan. Semoga.

1 komentar:

  1. assalamua'laikum usatad,biaya sd berapa yah.jzkllh

    BalasHapus